UJIAN NASIONAL 2007 SMP CURANG ?

Sejak muncul kemunduran sebagai seorang idealisme bangsa ini, dunia pendidikan seolah tidak bisa mengelak untuk ikut dalam bagi-bagi kecurangan, Benarkah ?

Dibilang tidak tapi berita di media massa selalu membicarakan kecurangan-kecurangan yang dilakukan lingkungan pendidikan terutama guru. Dulu ujian nasional hanya dilaksanakan oleh lingkungan diknas, kemudian ujian nasional langsung dari pusat dengan komputerisasi. Selanjutnya selalu ada “penyempurnaan” mulai dari dihapusnya soal uraian, pengawas dibuat silang, dibentuknya tim independen, adanya ujian ulang dan terakhir dibentuk TPI (Tim Pengawas Independen), soal dibuat dua paket, LJK di Lak di ruangan ujian dan tahun depan mau apa lagi???????????

Saya sebagai seorang guru (pengawas ruang Ujian) merasa tersinggung. Benarkah saya ini tidak jujur , tidak patut dipercayai, curang, nggak becus, ??????. Benarkah TPI yang nota benenya adalah seorang dosen lebih jujur dari saya, lebih becus dari saya????

Ini semua yang ngatur BSNP, menurut saya mereka belum menemukan solusi cerdas, belum mendapatkan cara efisien, belum memanfaatkan ICT dan belum banyak lagi…..dan belum sadar bahwa salah satu ciri CTL adalah Otentik assasmen. Jika mereka lulus tiga mata uji bagaimana dengan mata uji pelajaran yang lain. Coba lihat di TV , anak yang terlibat tindak kriminal bahkan punya kekuatan hukum tetap sebagai napi diberi penghargaan luar biasa bisa ikut UN, kalau lulus gimana? terus nilai PKn dan Agama ?????

Ada teman yang membuat pernyataan “heboh” : ” semakin ujian nasional diperketat maka nilai ujian semakin tinggi”. Maksudnya jika ujian nasional di model ketat dengan berbagai macam teknik maka si pencurang akan semakin ganas dan terang-terangan bereaksi negatif.

Sekali lagi lihat di TV : ketua subra bersepakat dengan para anggotanya untuk membantu 50% lebih jawaban yang penting anak-anaknya lulus (RCTI) . Kalau dulu yang saya dengar, baca, dan lihat di media massa kecurangannya dalah :

  • nyontek
  • komunikasi pakai sandi
  • ngerepek
  • minta jawaban teman sebelah
  • minta jawaban pengawas
  • minta jawaban ke guru
  • pengawas mengubah jawaban (dibetulkan)
  • pihak sekolah mengubah jawaban (dibetulkan)
  • memasang jawaban di kamar kecil
  • sms
  • soal bocor , dll

yang semua itu dilakukan secara individual atau terencana tapi terbatas. Tapi sekarang yang saya lihat di RCTI ada ke sepakatan di Lingkungan SUBRA untuk membantu 50% lebih jawaban, mau jadi apa bangsa ini????????????. mudah-mudahan berita itu hanya sekedar berita.

Terus di Lingkungan anda apa ada selentingan berita seperti di atas ???????? kalau ada comment dech……………….

Posted in Uncategorized. 11 Comments »